Karena ragu terhadap netralitas KPU dalam memeriksa berkas para calon, ratusan warga melakukan aksi unjuk rasa ke KPU medan meminta KPU bersikap netral. KPU Medan membantah prosedur mereka melanggar peraturan.Â
Tindakan KPU kota Medan yang melakukan verifikasi dan penelitian terhadap berkas para bakal calon walikota dan wakil walikota mulai mendapat protes dari sejumlah warga yang menamakan diri Gerakan Masyarakat Peduli Pilkada Damai (GMPPD).. Pasalnya menurut mereka dalam melakukan penelitian tersebut KPU kota Medan sudah keluar dari koridor aturan yang dibuat sendiri oleh KPU. Indikasi dari tindakan tidak netral ini menurut mereka adalah pemeriksaan yang memunculkan isu ketidakjelasan ijazah bakal calon walikota Rudolf Pardede, dalam pemeriksaan yang dilakukan KPU. Salah seorang koordinator masyarakat tersebut Charles Butar-butar mengatakan KPU Medan sudah bertindak seperti penyidik dalam pemeriksaan berkas dan KPU Medan juga melanggar aturan tentang prosedur penyelesaian kasus temuan berkas pendidikan. Sementara itu, Ketua KPU Medan, Evi Novida Ginting membantah bahwa verifikasi dan penelitian berkas para calon dilakukan dengan tidak sesuai koridor peraturan. Menurutnya KPU selalu bekerja sesuai koridor dan tidak dipengaruhi oleh intervensi dari pihak manapun. Aksi protes sejumlah warga yang berlangsung Selasa (9/3) siang, di KPU Medan dipicu oleh maraknya isu di masyarakat yang menyatakan keabsahan berkas pendidikan Rudolf Pardede diragukan. KPU sendiri mengakui adanya berkas pendidikan calon tersebut yang tidak ditemukan di Sekolah Penabur Sukabumi. Namun KPU kota Medan belum bersedia menegaskan nasib Rudolf dengan alasan masih berkonsultasi dengan KPU Sumut dan jadwal penetapan calon yang jatuh tanggal 11 Maret mendatang.(Jonris Purba)
uwaaa.....kiss fm dah lama ga dengerin nich...hari ini capek banget... bagi yang menjalankan puasa selamat berbuka yah...bagi makanan yang enak-enak yah... yummy.. dari selfi